Apa Itu Program Live In Desa Wisata Pentingsari? Ini Pengalamannya

Bagaimana rasanya meninggalkan rutinitas kota selama beberapa hari, tinggal di rumah warga, bangun dengan suasana pedesaan, kemudian ikut bertani, belajar gamelan, menyusuri sungai, atau membuat makanan tradisional?

Pengalaman semacam itulah yang ditawarkan melalui Program Live In Desa Wisata Pentingsari. Pentingsari berada di Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, di kawasan lereng Gunung Merapi.

Berbeda dengan liburan biasa yang berpusat pada mengunjungi objek wisata, program live in mengajak peserta benar-benar tinggal bersama masyarakat melalui homestay milik warga.

Dinas Pariwisata DIY menjelaskan bahwa peserta dapat tinggal bersama keluarga lokal dan merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat secara langsung.

Selama program, aktivitasnya pun sangat beragam. Peserta dapat menanam padi, membajak sawah, menangkap ikan, bermain gamelan, belajar tari, membatik, membuat wayang suket, mengolah kopi, hingga mengikuti kegiatan sosial desa.

Jadi, live in di Pentingsari bukan sekadar menginap. Peserta diajak menjadi bagian sementara dari kehidupan desa.

Apa Itu Program Live In Desa Wisata Pentingsari?

Secara sederhana, program live in Pentingsari adalah pengalaman wisata dengan tinggal di homestay masyarakat sekaligus mengikuti berbagai kegiatan yang mencerminkan kehidupan desa.

Konsep tersebut berbeda dengan sekadar memesan penginapan.

Pengelola Desa Wisata Pentingsari menjelaskan bahwa homestay dimiliki dan dikelola langsung oleh warga. Dengan tinggal di sana, pengunjung memiliki kesempatan lebih dekat untuk mengenal kehidupan, budaya, dan masyarakat lokal.

Live in kemudian digabungkan dengan berbagai atraksi Pentingsari.

Pengelola menyebut aktivitas budaya, alam, pertanian, dan ekonomi kreatif menjadi semakin menarik ketika dipadukan dengan program menginap bersama warga karena wisatawan dapat berinteraksi lebih lama dengan masyarakat.

Jadi, tujuan utamanya bukan membuat peserta merasa seperti tamu hotel. Justru sebaliknya, peserta diajak memahami ritme kehidupan masyarakat desa secara lebih dekat.

Karena itulah pengalaman makan bersama keluarga homestay, berbincang di rumah, atau berjalan di lingkungan kampung bisa sama berharganya dengan kegiatan wisata yang sudah dijadwalkan.

Menginap di Homestay dan Tinggal Bersama Warga

Bagian paling penting dari program ini tentu saja homestay Pentingsari.

Dinas Pariwisata DIY menjelaskan bahwa paket live in memungkinkan wisatawan tinggal bersama keluarga lokal. Aktivitas keseharian seperti bertani, berkebun, membuat kerajinan, dan berinteraksi dengan masyarakat menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

Suasananya tentu berbeda dari hotel atau resort.

Di homestay, peserta berada lebih dekat dengan tuan rumah. Momen sederhana seperti sarapan, makan malam, ngobrol di teras, atau melihat aktivitas keluarga justru sering memberi gambaran nyata mengenai kehidupan masyarakat Pentingsari.

Pengelola desa juga menekankan bahwa seluruh kegiatan wisata dijalankan langsung oleh masyarakat lokal.

Konsep ini membuat warga tidak sekadar menjadi orang yang tinggal di sekitar destinasi wisata. Mereka menjadi tuan rumah sekaligus pelaku utama pengalaman wisata.

Bagi peserta, pendekatan tersebut bisa mengajarkan sesuatu yang sulit diperoleh dari perjalanan sehari: bagaimana membangun komunikasi, menghargai kebiasaan keluarga lain, dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Belajar Bertani dan Mengenal Kehidupan Pedesaan

Salah satu bagian paling seru dalam live in adalah aktivitas pertanian.

Jadesta mencantumkan berbagai kegiatan seperti membajak sawah, menanam padi, mengenal perikanan dan peternakan, menangkap ikan, bermain bola lumpur, serta menyusuri sungai dalam paket live in Pentingsari.

Bagi peserta yang sehari-hari tinggal di kota, pengalaman turun langsung ke sawah tentu terasa berbeda.

Menanam padi misalnya, membuat peserta memahami bahwa nasi yang setiap hari ada di meja harus melewati proses panjang. Lahan perlu dipersiapkan, bibit ditanam, tanaman dirawat, kemudian dipanen sebelum akhirnya menjadi beras.

Menangkap ikan dan bermain lumpur memberikan sisi yang lebih santai.

Kegiatan semacam ini membuat pembelajaran tidak terasa seperti pelajaran kelas. Peserta bergerak, mencoba sendiri, kemudian memperoleh penjelasan dari warga yang memang dekat dengan aktivitas pertanian.

Dinas Pariwisata DIY juga memasukkan kegiatan bertani, berkebun, membajak sawah, serta mengelola lahan sebagai bagian dari pengalaman wisata Pentingsari.

Inilah salah satu alasan program live in cukup menarik untuk pelajar.

Belajar Gamelan, Tari, dan Budaya Jawa

Setelah kotor-kotoran di sawah, pengalaman dapat berlanjut ke aktivitas budaya.

Program live in Pentingsari mencantumkan belajar gamelan, tari tradisional, kenduri, membatik, kreasi janur, dan pembuatan wayang suket sebagai bagian dari eksplorasi seni budaya.

Peserta tidak hanya melihat pertunjukan.

Dalam kegiatan gamelan, misalnya, wisatawan dapat mencoba memainkan alat musik tradisional. Pengelola Pentingsari menjelaskan bahwa permainan gamelan dibuat interaktif dengan pola sederhana sehingga mudah diperkenalkan kepada peserta.

Hal yang sama berlaku pada kerajinan.

Membatik atau membuat wayang suket memberi kesempatan kepada peserta memahami bahwa karya tradisional membutuhkan ketelitian dan keterampilan. Sementara kenduri memperkenalkan nilai kebersamaan yang masih hidup dalam masyarakat Jawa.

Dinas Pariwisata DIY juga menyebut live in sebagai cara wisatawan mengenal tradisi lokal melalui interaksi langsung dengan masyarakat.

Dengan demikian, peserta tidak hanya mendapat informasi tentang kebudayaan Jawa dari buku. Mereka mencoba sebagian praktiknya langsung bersama warga.

Mengenal UMKM dan Ekonomi Kreatif Pentingsari

Program live in juga dapat menjadi pintu untuk memahami bagaimana masyarakat desa membangun usaha.

Jadesta memasukkan pembuatan tempe, pengolahan kopi, kuliner jamur, dan wedang rempah dalam eksplorasi ekonomi kreatif pada paket live in yang lebih panjang.

Aktivitas seperti ini menarik karena memperlihatkan hubungan antara pertanian dan bisnis.

Biji kopi yang dipanen, misalnya, tidak langsung menjadi minuman. Ada tahap pengolahan, pengeringan, roasting, pengemasan, hingga pemasaran. Begitu pula kedelai yang dapat diolah menjadi tempe atau rempah yang dikembangkan menjadi produk minuman.

Pentingsari memang memiliki sejumlah UMKM lokal. Dinas Pariwisata DIY mencatat antara lain Wedhang Rempah, Kopi Madu Merapi, produk jamur, keripik ubi ungu, amplang lele, dan Batik Badong.

Bagi pelajar, kegiatan ini dapat menjadi pengenalan sederhana tentang kewirausahaan.

Mereka belajar bahwa ekonomi desa tidak hanya bergantung pada menjual bahan mentah. Kreativitas dan proses pengolahan dapat meningkatkan nilai sebuah produk.

Ada Kegiatan Sosial dan Peduli Lingkungan

Live in Pentingsari tidak hanya diisi permainan dan wisata.

Dalam paket yang tercantum di Jadesta terdapat pula kegiatan bakti sosial berupa bersih dusun dan penghijauan.

Aktivitas ini sejalan dengan identitas Pentingsari sebagai desa wisata yang mengedepankan keberlanjutan.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mencatat Pentingsari menerima Sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan pada 2021. Penilaiannya tidak hanya melihat manfaat ekonomi, tetapi juga pelestarian budaya serta perlindungan lingkungan.

Bagi peserta live in, bersih desa mungkin terlihat sebagai kegiatan sederhana.

Namun dari kegiatan tersebut ada pesan bahwa wisatawan bukan hanya datang menggunakan fasilitas desa. Mereka juga dapat belajar mengenai tanggung jawab menjaga lingkungan tempat mereka beraktivitas.

Konsep tersebut membuat perjalanan terasa lebih bermakna daripada sekadar berpindah dari satu atraksi ke atraksi berikutnya.

Cocok untuk Sekolah, Mahasiswa, dan Komunitas

Program live in sangat relevan untuk kegiatan sekolah karena banyak aktivitasnya mempunyai unsur pendidikan.

Peserta belajar mengenai pertanian, kebudayaan, lingkungan, ekonomi kreatif, kerja sama, dan kehidupan sosial secara bersamaan. Situs resmi Pentingsari menyatakan paket wisata dapat disesuaikan untuk rombongan, sekolah, komunitas, maupun perusahaan.

Mahasiswa juga telah lama mengikuti kegiatan live in di Pentingsari.

Sebagai contoh, Dinas Pariwisata Sleman pernah mencatat rombongan sekitar 200 mahasiswa mengikuti live in di Pentingsari pada periode libur panjang tahun 2017.

Bagi kelompok perusahaan atau komunitas, konsepnya juga dapat digunakan untuk kegiatan kebersamaan.

Belajar gamelan, menangkap ikan, melakukan aktivitas pertanian, atau bekerja bersama saat kegiatan lingkungan bisa menjadi alternatif dari kegiatan kelompok yang hanya dilakukan di ruang pertemuan.

Yang membedakan adalah konteksnya.

Peserta belajar bekerja sama sambil berinteraksi dengan masyarakat serta lingkungan pedesaan.

Berapa Lama Program Live In Pentingsari?

Durasi dapat berbeda tergantung program yang dipilih dan kebutuhan rombongan.

Saat ini, Jadesta menampilkan beberapa pilihan paket live in Pentingsari, termasuk paket dengan durasi lebih pendek serta Live In 4 Hari 3 Malam.

Untuk paket 4 hari 3 malam, rangkaiannya mencakup penyambutan, eksplorasi alam, budaya, ekonomi kreatif, kegiatan sosial, hingga opsi Lava Tour Merapi.

Ada pula listing paket live in lainnya yang memuat kombinasi pertanian, budaya, ekonomi kreatif, dan kegiatan sosial.

Pada halaman Jadesta tersebut, beberapa paket rombongan mencantumkan minimum 40 peserta. Namun situs resmi Pentingsari sendiri menjelaskan bahwa jumlah peserta dapat disesuaikan berdasarkan paket yang dipilih.

Karena pilihan program, jumlah peserta, harga, serta susunan kegiatan dapat berubah, sebaiknya jangan terlalu mengandalkan brosur atau tarif lama yang ditemukan di internet.

Hubungi pengelola terlebih dahulu untuk mendapatkan paket terbaru yang sesuai kebutuhan kelompok.

Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

Peserta tidak perlu membawa perlengkapan seperti akan mendaki gunung, tetapi pakaian yang nyaman menjadi hal penting.

Sebagian kegiatan dilakukan di sawah, sungai, atau lingkungan terbuka. Karena itu, pakaian ganti sangat disarankan. Sandal atau alas kaki yang mudah dibersihkan juga lebih praktis ketika mengikuti aktivitas berlumpur.

Untuk program beberapa hari, bawalah kebutuhan pribadi secukupnya.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah kesiapan beradaptasi. Ingat bahwa konsep live in bukan menginap di hotel berbintang. Justru pengalaman tinggal di rumah masyarakat menjadi daya tarik utamanya.

Hormati kebiasaan keluarga homestay, jaga kebersihan rumah, dan jangan ragu berinteraksi.

Semakin terbuka peserta untuk berbincang dan mengikuti kehidupan warga, semakin banyak pengalaman yang bisa diperoleh.

Mengapa Live In Pentingsari Berbeda dari Liburan Biasa?

Liburan biasa sering kali mempunyai pola sederhana: datang, melihat objek, mengambil foto, kemudian berpindah ke tempat berikutnya.

Live in berjalan lebih lambat.

Peserta memiliki waktu untuk mengenal lingkungan dan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Pengelola Pentingsari menyebut live in memungkinkan wisatawan merasakan kehidupan desa secara langsung sekaligus bersosialisasi dengan masyarakat setempat.

Inilah inti pengalaman Pentingsari.

Desa tersebut tidak mengandalkan wisata buatan sebagai daya tarik utama. Situs resmi pengelola menjelaskan bahwa kehidupan masyarakat, tradisi, budaya, alam, dan kebersamaan justru menjadi fondasi pengalaman wisatanya.

Karena itu, momen yang paling diingat belum tentu atraksi terbesar.

Bisa saja yang paling berkesan justru obrolan malam dengan keluarga homestay, belajar menanam padi bersama petani, mencoba memainkan gamelan, atau makan masakan rumahan setelah seharian beraktivitas.

Program Live In Desa Wisata Pentingsari merupakan pengalaman tinggal bersama masyarakat sambil mengenal kehidupan pedesaan secara langsung.

Peserta tidak hanya menginap di homestay, tetapi dapat mengikuti aktivitas pertanian, belajar gamelan dan tari, membuat kerajinan, mengenal UMKM, menyusuri alam, hingga mengikuti kegiatan sosial.

Program ini cocok untuk sekolah, mahasiswa, komunitas, keluarga besar, maupun kelompok yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda dari liburan biasa. Kekuatan utamanya terletak pada interaksi dengan masyarakat lokal dan kegiatan yang benar-benar berasal dari kehidupan desa.

Jika ingin mengenal Pentingsari lebih dalam, jangan hanya datang beberapa jam. Cobalah program live in, tinggal bersama warga, ikut aktivitas mereka, dan beri diri sendiri kesempatan merasakan kehidupan sederhana di lereng Merapi.

FAQ

1. Apa itu program Live In Pentingsari?

Live in adalah program wisata yang memungkinkan peserta tinggal di homestay milik warga dan mengikuti aktivitas kehidupan desa seperti pertanian, budaya, kerajinan, dan ekonomi kreatif.

2. Di mana peserta Live In Pentingsari menginap?

Peserta tinggal di homestay masyarakat lokal yang dikelola oleh warga Pentingsari. Konsep ini memungkinkan wisatawan lebih dekat dengan kehidupan dan budaya keluarga setempat.

3. Apa saja kegiatan selama Live In?

Kegiatannya dapat mencakup menanam padi, membajak sawah, menangkap ikan, susur sungai, gamelan, tari tradisional, kenduri, membatik, wayang suket, pengolahan kopi, wedang rempah, hingga bakti sosial.

4. Apakah Live In Pentingsari cocok untuk pelajar?

Ya. Banyak aktivitasnya bersifat edukatif karena peserta belajar mengenai pertanian, budaya, lingkungan, kewirausahaan, kerja sama, dan kehidupan masyarakat melalui praktik langsung.

5. Apakah harus reservasi sebelum mengikuti program?

Ya, sebaiknya melakukan reservasi terlebih dahulu. Pengelola Pentingsari menyatakan paket live in dapat disesuaikan dengan kebutuhan rombongan, sekolah, komunitas, atau perusahaan, termasuk jumlah peserta dan pilihan aktivitas.