Wedang Rempah Pentingsari, Minuman Hangat dari Lereng Merapi

Udara sejuk di lereng Gunung Merapi rasanya memang cocok ditemani minuman hangat. Apalagi setelah berjalan menyusuri desa, bermain di sungai, atau mengikuti aktivitas pertanian.

Di Desa Wisata Pentingsari, salah satu minuman lokal yang menarik untuk dicoba adalah Wedang Rempah Pentingsari. Minuman ini bukan sekadar pelengkap ketika wisatawan beristirahat.

Wedang rempah telah berkembang menjadi salah satu produk UMKM sekaligus bagian dari aktivitas ekonomi kreatif masyarakat Pentingsari.

Situs resmi Desa Wisata Pentingsari memasukkan pembuatan wedang rempah bersama pengolahan kopi, jamur tiram, tempe, dan produk lokal lainnya dalam kategori pertanian serta UMKM desa.

Salah satu produk yang berkembang adalah Wedang Rempah Raos Jogja, usaha rumahan yang dirintis warga Pentingsari dan kini mempunyai beragam varian. Wisatawan bahkan dapat mengenal rempah serta proses peracikannya melalui kegiatan edukasi.

Dari secangkir minuman sederhana, ternyata tersimpan cerita tentang rempah Nusantara, kreativitas perempuan desa, pariwisata, dan tumbuhnya ekonomi lokal di kaki Merapi.

Wedang Rempah Menjadi Produk Lokal Pentingsari

Desa Wisata Pentingsari berada di Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, tepat di kawasan lereng Gunung Merapi. Desa wisata ini mengembangkan pengalaman yang berasal langsung dari kehidupan masyarakat, mulai dari pertanian, kesenian, tradisi, hingga kegiatan usaha rumahan.

Wedang rempah menjadi salah satu contoh bagaimana aktivitas sederhana masyarakat dapat memperoleh nilai baru melalui pariwisata.

Dinas Pariwisata DIY mencatat Wedhang Rempah sebagai salah satu UMKM yang berkembang di Pentingsari, bersama Kopi Madu Merapi, olahan jamur, keripik ubi ungu, amplang lele, dan produk kreatif lainnya.

Sementara itu, pengelola Pentingsari secara khusus memasukkan kegiatan membuat wedang rempah sebagai bagian dari atraksi ekonomi kreatif. Artinya, wisatawan tidak hanya bisa mencicipinya, tetapi juga mempunyai kesempatan mengenal proses di balik minuman tersebut.

Konsep seperti ini membuat produk lokal tidak berhenti sebagai oleh-oleh.

Ada cerita, pengetahuan, dan interaksi dengan masyarakat yang ikut menyertainya.

Cerita di Balik Wedang Rempah Raos Jogja

Salah satu cerita menarik mengenai wedang rempah Pentingsari datang dari usaha Raos Jogja yang dikembangkan oleh Marsinah, warga setempat.

Menurut laporan Koran Bernas pada Juni 2026, perjalanan usaha Marsinah sudah dimulai jauh sebelum produk wedang rempah lahir. Setelah kembali ke Cangkringan pada dekade 1990-an, ia sempat bertani dan berdagang di Pasar Pakem.

Ketika Desa Wisata Pentingsari mulai berkembang pada 2008, ia melihat peluang menjual berbagai produk oleh-oleh kepada wisatawan.

Awalnya, produk yang dibuat dan dijual beragam, seperti olahan jamur, buah, hingga jahe instan. Wedang rempah justru berkembang lebih serius ketika pandemi COVID-19 membuat kunjungan wisatawan berhenti.

Marsinah kemudian mencoba mempelajari pembuatan minuman berbahan rempah secara mandiri. Dari proses percobaan itulah lahir produk yang kemudian dikenal sebagai Wedang Rempah Raos Jogja.

Cerita tersebut menarik karena memperlihatkan kemampuan UMKM desa untuk beradaptasi.

Produk yang awalnya berkembang sebagai alternatif usaha pada masa sulit kemudian justru menjadi salah satu daya tarik kuliner Pentingsari.

Apa Saja Rempah yang Digunakan?

Salah satu daya tarik wedang tentu berasal dari aroma berbagai bahan di dalamnya.

Pada produksi Raos Jogja, bahan yang digunakan antara lain jahe, serai, kayu secang, kapulaga, cengkeh, kayu manis, temulawak, dan kunyit. Bahan-bahan tersebut melalui proses pencucian, pengeringan, dan pengovenan agar lebih praktis disimpan dan diseduh.

Perpaduan rempah membuat karakter minumannya cukup kompleks.

Jahe biasanya memberikan rasa pedas hangat. Serai menghasilkan aroma segar, sementara kayu manis dan cengkeh menambah wangi yang kuat. Secang dapat memberikan warna khas pada seduhan, sedangkan rimpang lain membuat aromanya semakin berlapis.

Namun tidak berarti semua varian Wedang Rempah Pentingsari menggunakan bahan yang persis sama.

Produk Raos Jogja misalnya mempunyai sejumlah jenis berbeda sehingga komposisinya dapat disesuaikan dengan varian. Media Center Sleman mencatat adanya pilihan seperti wedang uwuh oven, wedang secang oven, serai oven, jahe oven, serta beberapa olahan rempah lainnya.

Karena itu, pengalaman mencicipi beberapa jenis wedang sekaligus bisa menjadi cara menarik untuk mengenal perbedaan aroma dan karakter rempah Nusantara.

Ragam Wedang yang Bisa Ditemukan

Wedang rempah di Pentingsari ternyata bukan hanya satu jenis.

Laporan mengenai Raos Jogja pada 2026 mencatat sedikitnya delapan varian yang dikembangkan, yaitu wedang uwuh, wedang secang, wedang serai, wedang jahe, wedang jahe telang, wedang seruni, wedang kunyit asam, dan empon-empon.

Setiap jenis memberikan pengalaman yang berbeda.

Wedang jahe cenderung familiar dengan rasa pedas hangat. Wedang serai lebih menonjolkan aroma segar, sedangkan wedang secang memiliki karakter visual yang menarik karena kayu secang memberikan warna pada seduhan.

Menariknya, wedang secang dan wedang serai juga telah digunakan sebagai minuman penyambutan tamu di Desa Wisata Pentingsari.

Hal tersebut membuat wedang bukan lagi sekadar produk yang dijual.

Minuman ini ikut menjadi bagian dari pengalaman ketika seseorang datang ke desa. Dalam pariwisata, hal kecil seperti minuman penyambutan dapat membantu membangun kesan pertama yang kuat.

Apalagi ketika minuman tersebut mempunyai hubungan langsung dengan masyarakat yang menjadi tuan rumah.

Belajar Membuat Wedang Rempah saat Liburan

Hal yang membuat Wedang Rempah Pentingsari semakin menarik adalah wisatawan bisa mengenalnya sebagai kegiatan edukasi.

Jadesta Kementerian Pariwisata memasukkan wedang rempah dalam kegiatan eksplorasi ekonomi kreatif pada paket live-in Pentingsari. Dalam paket yang sama, wisatawan juga dapat mencoba pembuatan tempe, pengolahan kopi, kuliner jamur, serta berbagai kegiatan budaya dan pertanian.

Pengelola Desa Wisata Pentingsari juga mencatat pembuatan wedang rempah sebagai salah satu dari berbagai atraksi ekonomi kreatif yang dikembangkan masyarakat.

Pada kegiatan semacam ini, pengunjung dapat memperoleh pengalaman lebih luas daripada sekadar menerima segelas minuman.

Mereka bisa mengenal bentuk bahan sebelum diseduh, membedakan aroma rempah, serta memahami proses yang membuat bahan segar dapat dikemas sebagai produk dengan daya simpan lebih lama.

Bagi rombongan sekolah, kegiatan tersebut juga dapat menjadi pengenalan sederhana mengenai kewirausahaan.

Anak-anak belajar bahwa bahan seperti jahe atau serai tidak harus dijual dalam kondisi mentah. Dengan kreativitas, pengolahan, kemasan, dan pemasaran, hasil pertanian dapat berubah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Cocok Dinikmati Setelah Aktivitas di Lereng Merapi

Salah satu alasan wedang terasa pas di Pentingsari adalah suasananya.

Desa wisata ini berada di lereng Merapi dengan lingkungan pedesaan yang asri. Pengunjung dapat melakukan trekking, menyusuri Sungai Kuning, bermain air, bertani, atau mengikuti berbagai kegiatan tradisional.

Setelah aktivitas seperti itu, duduk sambil menikmati minuman hangat tentu memberikan suasana yang berbeda.

Bayangkan selesai trekking menyusuri sungai, mengganti pakaian, kemudian duduk di rumah warga atau area istirahat sambil menikmati aroma jahe dan serai yang baru diseduh.

Tidak diperlukan penyajian yang terlalu mewah.

Justru lingkungan desa, udara pegunungan, serta interaksi dengan warga menjadi bagian yang membuat pengalaman minum wedang terasa lebih autentik.

Jika memilih paket live-in, suasananya bisa semakin terasa. Wisatawan tinggal di homestay warga dan mengikuti berbagai aktivitas kehidupan desa, sementara pembuatan wedang rempah dapat menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan.

Dari Dapur Rumahan Menjadi Produk UMKM

Perjalanan wedang rempah juga memperlihatkan bagaimana pariwisata dapat memberi ruang bagi usaha kecil untuk berkembang.

Raos Jogja, misalnya, bermula dari produksi rumah tangga. Seiring perkembangannya, produknya dipasarkan ke sejumlah kota seperti Bali, Surabaya, Bandung, dan Jakarta melalui jaringan pemasaran serta reseller.

Laporan 2026 bahkan menyebut sebagian produk telah dibawa hingga ke luar negeri melalui jaringan tersebut.

Di sisi lain, pengembangan usaha kecil bukan hanya soal meningkatkan penjualan.

Pengelolaan bisnis juga perlu berkembang.

Sebuah kegiatan pengabdian Universitas Mercu Buana Yogyakarta pada UMKM wedang rempah dan jamur tiram crispy di Pentingsari pada 2025, misalnya, berfokus pada peningkatan kemampuan pencatatan keuangan digital.

Pendampingan tersebut menunjukkan bagaimana UMKM lokal juga perlu memperkuat pengelolaan keuangan ketika usahanya berkembang.

Ini menjadi gambaran menarik tentang ekonomi desa wisata.

Di balik produk yang terlihat sederhana, ada proses produksi, pemasaran, pengemasan, administrasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Semakin baik pengelolaannya, semakin besar pula peluang produk lokal Pentingsari menjangkau pasar yang lebih luas.

Wedang Rempah sebagai Oleh-Oleh dari Pentingsari

Tidak semua oleh-oleh harus berupa makanan yang segera habis dimakan.

Wedang rempah kering mempunyai kelebihan karena relatif praktis dibawa dan dapat diseduh kembali setelah wisatawan pulang.

Produk seperti ini juga mempunyai unsur cerita yang kuat.

Ketika menyeduhnya di rumah, seseorang bisa kembali mengingat pengalaman berjalan di Pentingsari, udara Merapi, aktivitas bersama warga, atau proses belajar mengenal rempah yang pernah diikuti selama kunjungan.

Inilah salah satu alasan produk UMKM mempunyai posisi penting dalam desa wisata.

Uang yang dibelanjakan wisatawan tidak hanya masuk melalui paket wisata atau akomodasi. Pembelian produk lokal juga membantu memperluas manfaat ekonomi kepada warga yang menjalankan usaha rumahan.

Dinas Pariwisata DIY sendiri menempatkan pengembangan UMKM sebagai salah satu bagian penting dari pemberdayaan masyarakat di Pentingsari.

Pengelolaan desa wisata dilakukan dengan keterlibatan warga sehingga aktivitas pariwisata dan usaha lokal dapat saling mendukung.

Jika ingin membeli wedang rempah sebagai buah tangan, tanyakan langsung kepada warga atau pengelola mengenai varian yang tersedia ketika berkunjung.

Potensi Wedang Rempah untuk Wisata Kuliner Pentingsari

Ke depan, Wedang Rempah Pentingsari memiliki potensi untuk semakin kuat sebagai identitas wisata kuliner.

Modalnya sudah cukup menarik: produk mempunyai hubungan dengan masyarakat lokal, tersedia dalam banyak varian, masuk ke paket wisata edukasi, dan dapat dijadikan oleh-oleh.

Bahkan Marsinah sebagai pengembang Raos Jogja memiliki gagasan untuk membangun rumah wedangan yang dapat digunakan wisatawan untuk menikmati minuman sekaligus mengenal kekayaan rempah Nusantara.

Pada pertengahan 2026, gagasan tersebut masih berupa rencana pengembangan karena ruang produksi, penyimpanan, edukasi, dan display masih berada dalam area yang sama.

Jika nantinya berkembang, konsep semacam ini dapat semakin memperpanjang pengalaman wisata.

Pengunjung tidak hanya datang, mencicipi, kemudian pergi. Mereka dapat duduk lebih lama, mencoba beberapa seduhan, mendengarkan cerita pembuatnya, dan membeli produk langsung dari pelaku UMKM.

Konsep tersebut cocok dengan karakter Pentingsari yang memang tidak mengandalkan wisata buatan. Kehidupan masyarakat, alam, tradisi, dan aktivitas warga justru menjadi pengalaman utamanya.

Secangkir wedang akhirnya bisa menjadi bagian kecil dari cerita besar desa.

Wedang Rempah Pentingsari bukan hanya minuman hangat yang cocok dinikmati di udara lereng Merapi. Produk ini memperlihatkan bagaimana rempah tradisional, kreativitas masyarakat, UMKM, dan pariwisata dapat berkembang bersama.

Raos Jogja menjadi salah satu contoh menarik. Dari usaha rumahan, beragam olahan seperti wedang secang, jahe, serai, uwuh, hingga empon-empon kini diproduksi dan diperkenalkan kepada wisatawan.

Pembuatan wedang rempah bahkan masuk dalam aktivitas ekonomi kreatif dan program live-in Pentingsari. Jika berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari, jangan hanya menikmati alam dan budaya.

Cobalah duduk sejenak dengan secangkir wedang hangat, kenali rempah di dalamnya, dan jika cocok, bawa beberapa kemasan pulang sebagai oleh-oleh dari lereng Merapi.

FAQ

1. Apa itu Wedang Rempah Pentingsari?

Wedang Rempah Pentingsari merupakan produk minuman berbasis aneka rempah yang dikembangkan UMKM masyarakat Desa Wisata Pentingsari. Pembuatan wedang juga menjadi salah satu aktivitas ekonomi kreatif yang ditawarkan kepada wisatawan.

2. Rempah apa saja yang digunakan?

Salah satu produsen lokal, Raos Jogja, menggunakan bahan seperti jahe, serai, secang, kapulaga, cengkeh, kayu manis, temulawak, dan kunyit. Komposisinya berbeda sesuai varian produk.

3. Apa saja varian wedang yang tersedia?

Varian yang tercatat antara lain wedang uwuh, secang, serai, jahe, jahe telang, seruni, kunyit asam, dan empon-empon. Ketersediaannya dapat berubah sehingga sebaiknya dikonfirmasi ketika berkunjung.

4. Apakah wisatawan bisa belajar membuat wedang rempah?

Bisa. Wedang rempah termasuk dalam atraksi ekonomi kreatif Desa Wisata Pentingsari dan juga tercantum dalam program live-in di Jadesta Kementerian Pariwisata.

5. Apakah wedang rempah bisa dijadikan oleh-oleh?

Bisa. Produk wedang rempah dikembangkan dalam bentuk kemasan sehingga praktis dibawa pulang. Wedang Rempah Raos Jogja juga telah dipasarkan ke berbagai daerah melalui jaringan penjualan dan reseller.