Daya Tarik Desa Wisata Pentingsari di Lereng Merapi yang Memikat

Yogyakarta punya banyak tempat wisata populer, tetapi tidak semuanya menawarkan kesempatan untuk benar-benar masuk ke dalam kehidupan masyarakat lokal.

Kalau ingin merasakan suasana pedesaan, belajar bertani, bermain gamelan, menyusuri sungai, sampai menginap di rumah warga, Desa Wisata Pentingsari menjadi salah satu pilihan menarik.

Daya tarik Desa Wisata Pentingsari berasal dari kombinasi alam lereng Gunung Merapi, kehidupan agraris, seni budaya, dan keramahan masyarakat.

Pentingsari berada di Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, sekitar 22,5 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Jadesta Kementerian Pariwisata mencatat lokasinya berada sekitar 12,5 kilometer dari puncak Merapi pada ketinggian kurang lebih 700 meter di atas permukaan laut.

Yang membuatnya berbeda, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat objek. Mereka bisa ikut menanam padi, membajak sawah, belajar gamelan dan membatik, trekking, menikmati kuliner, hingga tinggal bersama keluarga lokal.

Dengan konsep wisata berbasis masyarakat, Pentingsari menawarkan pengalaman yang lebih dekat, santai, dan autentik.

1. Suasana Pedesaan di Lereng Gunung Merapi

Daya tarik pertama tentu datang dari lokasinya.

Pentingsari berada di lereng Merapi dengan suasana khas pedesaan yang masih kuat. Jadesta menggambarkan desa wisata ini sebagai kawasan yang memadukan alam, pertanian, perkebunan, kehidupan sosial, serta budaya masyarakat dalam lingkungan lereng gunung.

Berada pada ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut membuat karakter lingkungannya terasa berbeda dari pusat Kota Yogyakarta. Wisatawan dapat menemukan area pertanian, perkebunan, aliran sungai, pepohonan, hingga permukiman masyarakat dalam satu kawasan.

Menariknya, alam di Pentingsari tidak hanya dipakai sebagai latar untuk berfoto.

Pengelola desa wisata justru menjadikannya sebagai ruang untuk beraktivitas dan belajar. Pengunjung diajak berjalan menyusuri lingkungan desa, mengenal tanaman, mengikuti kegiatan pertanian, dan berinteraksi langsung dengan warga.

Situs resmi Pentingsari menggambarkan pengalaman tersebut sebagai kesempatan untuk “menyatu” dengan alam, budaya, dan kehidupan desa melalui wisata berbasis masyarakat.

2. Trekking Alam dan Menyusuri Sungai

Untuk wisatawan yang suka aktivitas luar ruangan, trekking menjadi salah satu pilihan menarik.

Jadesta mencantumkan Trekking Alam sebagai salah satu atraksi resmi Pentingsari. Kawasan Daerah Aliran Sungai Kali Kuning juga telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi trekking dan aktivitas petualangan.

Trekking di sini tidak selalu identik dengan pendakian berat.

Pengalaman utamanya adalah berjalan melewati lingkungan alami desa, menikmati pepohonan, sungai, kebun, dan suasana pedesaan. Karena itu, kegiatan ini cukup menarik untuk keluarga, kelompok sekolah, maupun rombongan yang ingin beraktivitas di alam tanpa harus mendaki Gunung Merapi.

Situs resmi Pentingsari juga menempatkan kegiatan menyusuri sungai sebagai salah satu pengalaman khas desa.

Bagi anak-anak, perjalanan semacam ini bisa menjadi sarana mengenal lingkungan secara langsung. Sungai tidak hanya dilihat sebagai tempat bermain, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem dan kehidupan masyarakat.

3. Menanam Padi dan Mencoba Kehidupan Petani

Daya tarik Pentingsari berikutnya adalah aktivitas pertanian.

Jadesta mencantumkan Tanam Padi dan Bajak Sawah sebagai dua atraksi yang dapat diikuti pengunjung. Sementara Dinas Pariwisata DIY juga menyebut kegiatan bertani, berkebun, dan mengelola lahan sebagai bagian dari pengalaman wisata Pentingsari.

Bagi wisatawan perkotaan, turun ke sawah tentu menawarkan pengalaman yang cukup berbeda.

Kaki akan terkena lumpur, peserta perlu belajar menempatkan bibit dengan benar, dan pakaian hampir pasti tidak tetap bersih. Namun justru di situlah keseruannya.

Aktivitas pertanian membuat pengunjung memahami bahwa bahan makanan yang setiap hari dikonsumsi memerlukan proses panjang.

Nasi, misalnya, bukan sekadar barang yang dibeli di toko. Ada petani yang mengolah tanah, menanam, merawat tanaman, dan menunggu masa panen.

Karena sifatnya edukatif, kegiatan seperti ini sangat cocok untuk field trip sekolah atau wisata keluarga. Anak-anak dapat mengenal pertanian melalui pengalaman nyata, bukan hanya gambar dalam buku pelajaran.

4. Belajar Gamelan, Tari, Batik, dan Budaya Jawa

Pentingsari juga mempunyai daya tarik budaya yang cukup beragam.

Jadesta saat ini mencantumkan kegiatan seperti belajar tari tradisional, belajar gamelan, membuat kreasi janur, membuat wayang rumput, serta belajar membatik sebagai atraksi budaya yang tersedia.

Yang menarik adalah wisatawan tidak hanya menonton.

Saat belajar gamelan, misalnya, peserta dapat mencoba memainkan instrumen bersama-sama. Dalam kegiatan membatik, pengunjung memperoleh pengalaman langsung memahami proses membuat karya tradisional.

Ada pula pembuatan wayang suket atau wayang rumput yang memanfaatkan bahan sederhana untuk mengenalkan seni wayang kepada wisatawan.

Dinas Pariwisata DIY memasukkan memainkan alat musik tradisional, belajar tari, serta membuat kerajinan sebagai bagian penting dari paket edukasi dan budaya Pentingsari.

Pendekatan ini membuat budaya tidak terasa seperti benda museum.

Tradisi tetap dimainkan, dipraktikkan, diajarkan, dan diperkenalkan kepada orang baru. Bagi masyarakat sendiri, aktivitas wisata sekaligus membuka ruang agar keterampilan budaya tetap mempunyai fungsi dan generasi muda punya alasan untuk terus mempelajarinya.

5. Program Live In dan Homestay Bersama Warga

Kalau kunjungan beberapa jam terasa terlalu singkat, salah satu daya tarik Desa Wisata Pentingsari yang paling khas adalah program live in.

Konsepnya cukup sederhana: wisatawan menginap di homestay masyarakat dan mengikuti kehidupan desa selama satu atau beberapa hari.

Dinas Pariwisata DIY menjelaskan bahwa paket live-in memungkinkan wisatawan tinggal bersama keluarga lokal, kemudian mengikuti kegiatan seperti berkebun, bertani, menangkap ikan, membuat kerajinan, dan berinteraksi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Jadesta juga mencantumkan homestay serta beberapa paket live in dalam profil resmi Pentingsari.

Pengalaman ini jelas berbeda dari menginap di hotel.

Momen paling menarik justru sering datang dari hal sederhana: sarapan di rumah warga, mengobrol dengan tuan rumah, melihat aktivitas pagi desa, atau mendengarkan cerita masyarakat.

Dengan waktu tinggal yang lebih lama, wisatawan tidak hanya mengenal Pentingsari sebagai destinasi, tetapi juga mulai memahami kehidupan orang-orang yang menjaganya.

6. Kuliner dan UMKM Lokal yang Menarik Dicoba

Wisata desa tentu kurang lengkap tanpa mencicipi produk masyarakat.

Dinas Pariwisata DIY mencatat beberapa UMKM yang berkembang di Pentingsari, antara lain Wedhang Rempah, Kopi Madu Merapi, Jamur Gin-Gin, Keripik Ubi Ungu, Amplang Lele, serta Batik Badong.

Produk seperti Kopi Madu Merapi mempunyai hubungan dengan aktivitas perkebunan di kawasan lereng Merapi. Wedang rempah menawarkan pengalaman minuman tradisional yang terasa pas dinikmati dalam suasana pedesaan.

Sementara itu, keripik ubi, produk jamur, dan amplang menunjukkan bagaimana hasil pertanian atau budidaya bisa diolah menjadi produk bernilai tambah.

Wisatawan bahkan dapat mengenal beberapa proses produksinya.

Dinas Pariwisata DIY menyebut Paket Kuliner dan UMKM memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mencicipi makanan tradisional sekaligus melihat pengolahan produk lokal seperti kopi dan keripik.

Dengan membeli produk langsung dari warga, wisatawan tidak sekadar membawa oleh-oleh. Pengeluaran tersebut juga ikut mendukung perputaran ekonomi di desa.

7. Wisata Berbasis Masyarakat yang Terasa Autentik

Inilah salah satu aspek yang membuat Pentingsari berbeda dari banyak destinasi lainnya.

Pariwisata di desa ini tidak dibangun dengan masyarakat sebagai penonton. Sejak pengembangannya dimulai pada 2008, konsep Pentingsari memang diarahkan agar warga menjadi pelaku utama dan mendapatkan manfaat dari kegiatan wisata.

Dinas Pariwisata DIY menjelaskan pengelolaannya melibatkan masyarakat melalui Pokdarwis, mulai dari perencanaan sampai evaluasi. Dengan cara ini, manfaat ekonomi pariwisata diharapkan dapat tersebar kepada masyarakat.

Contohnya mudah terlihat.

Rumah warga menjadi homestay. Petani terlibat dalam wisata pertanian. Pemuda dapat menjadi pemandu. Kelompok budaya mengajarkan gamelan atau tari, sementara pelaku UMKM menjual makanan, minuman, dan kerajinan.

Jadesta mencatat bahwa pada 2014 lebih dari 70 persen anggota masyarakat telah terlibat dalam berbagai kegiatan desa wisata, dari homestay dan kuliner hingga seni budaya dan kepemanduan.

Model inilah yang membuat pengalaman Pentingsari terasa lebih autentik. Wisatawan berinteraksi dengan desa yang benar-benar hidup, bukan kawasan yang sepenuhnya dibangun hanya untuk turis.

8. Desa Wisata dengan Prestasi hingga Tingkat Internasional

Pentingsari juga memiliki perjalanan panjang dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Jadesta mencatat berbagai penghargaan yang pernah diterima, termasuk Green Bronze Indonesian Sustainable Tourism Award pada 2017, Green Destination Top 100 pada 2019, sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan pada 2020, ASEAN Sustainable Tourism Award pada 2022, serta ASEAN Tourism Award kategori Community Based Tourism pada 2023.

Pemerintah Kapanewon Cangkringan juga mencatat Pentingsari sebagai salah satu desa wisata Indonesia yang memperoleh ASEAN Tourism Award kategori Community Based Tourism pada 2023.

Penghargaan tentu bukan satu-satunya alasan untuk datang.

Namun pencapaian tersebut memberikan gambaran bahwa model pengelolaan Pentingsari telah mendapat pengakuan dalam aspek keberlanjutan dan keterlibatan masyarakat.

Bagi wisatawan, hal ini penting karena perjalanan tidak hanya memberikan pengalaman menyenangkan, tetapi juga berpotensi mendukung sistem wisata yang manfaatnya lebih dekat dengan warga lokal.

Siapa yang Cocok Berwisata ke Pentingsari?

Pentingsari cukup fleksibel untuk berbagai tipe wisatawan.

Keluarga dengan anak-anak dapat memilih aktivitas menangkap ikan, pertanian, atau budaya. Rombongan sekolah cocok mengikuti program edukasi dan live in. Komunitas dapat memadukan aktivitas alam dengan kegiatan kelompok.

Bagi pencinta budaya, gamelan, tari, batik, dan wayang suket dapat menjadi pilihan.

Sementara wisatawan yang lebih suka alam dapat mengambil trekking dan menjelajahi lingkungan pedesaan. Pilihan paket keluarga, edukasi, budaya, pertanian, alam, UMKM, dan live-in juga disebutkan oleh Dinas Pariwisata DIY.

Sebaiknya lakukan reservasi lebih dahulu jika datang sebagai rombongan atau ingin mengikuti kegiatan tertentu. Atraksi dan paket dapat memiliki jadwal, kapasitas, serta ketentuan berbeda.

Gunakan juga pakaian nyaman dan bawalah baju ganti jika berencana bermain di sawah, sungai, atau aktivitas berlumpur.

Daya tarik Desa Wisata Pentingsari bukan hanya terletak pada pemandangan lereng Gunung Merapi. Kekuatan sebenarnya muncul dari perpaduan alam, pertanian, budaya, kuliner, homestay, dan kehidupan masyarakat yang masih menjadi bagian utama pengalaman wisata.

Pengunjung dapat trekking, menanam padi, membajak sawah, bermain gamelan, membatik, mencicipi produk UMKM, hingga tinggal bersama keluarga lokal. Semua aktivitas tersebut dikembangkan dengan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama.

Kalau mencari destinasi Jogja yang menawarkan lebih dari sekadar spot foto, Pentingsari layak masuk itinerary. Datanglah dengan waktu yang cukup, coba beberapa aktivitas, ngobrol dengan warga, dan nikmati sisi Merapi yang lebih tenang melalui kehidupan sebuah desa.

FAQ

1. Apa daya tarik utama Desa Wisata Pentingsari?

Daya tariknya mencakup suasana alam lereng Merapi, trekking, pertanian, seni budaya, homestay, program live in, kuliner, serta berbagai UMKM masyarakat.

2. Apa aktivitas yang bisa dilakukan di Pentingsari?

Wisatawan dapat menanam padi, membajak sawah, trekking alam, belajar gamelan dan tari, membatik, membuat wayang rumput, hingga menginap di homestay warga.

3. Apakah Pentingsari cocok untuk anak-anak?

Ya. Dinas Pariwisata DIY secara khusus mencantumkan paket keluarga dan anak dengan kegiatan seperti menangkap ikan, belajar menari, dan berinteraksi dengan hewan ternak.

4. Apakah bisa menginap di Desa Wisata Pentingsari?

Bisa. Pentingsari menyediakan homestay masyarakat dan program live in sehingga wisatawan dapat tinggal lebih lama sekaligus mengenal kehidupan warga.

5. Di mana lokasi Desa Wisata Pentingsari?

Pentingsari berada di Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar 22,5 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta dan kurang lebih 12,5 kilometer dari puncak Merapi.